Nama, spesialisasi atau kata kunci
Nama, spesialisasi atau kata kunci
atau
Hospital
Hospital
Spesialis
Spesialis

TESTIMONIALS

Image of Berbagai Operasi Otak Membantu Nong Yok, 1 Tahun, Bertahan Setelah Kecelakaan  Mobil Tragis

Berbagai Operasi Otak Membantu Nong Yok, 1 Tahun, Bertahan Setelah Kecelakaan Mobil Tragis

“Pada tahun 2012, Nong Yok mengalami kecelakaan mobil yang serius dan dia langsung dibawa ke rumah sakit, di sini, di Samitivej Srinakarin. Dia tidak sadarkan diri pada saat itu dan harus segera menjalani operasi otak karena dia mengalami cedera otak dalam kecelakaan itu. Setelah selesai menjalani operasi, dia tidak dapat langsung pulih karena cedera otaknya yang parah. Oleh karena itu, dia perlu menjalani 2-3 operasi lagi, setelah itu dia agak pulih, tetapi masih tidak dapat berbicara atau berjalan. Kemampuan komunikasi dan motoriknya benar-benar mati, jadi dia perlu menjalani pelatihan intensif untuk mempelajari kembali kemampuan ini.  “Enam tahun telah berlalu sejak hari itu dan Nong Yok menjadi lebih baik. Dia banyak berkembang sebenarnya karena dia sekarang bisa berjalan, meskipun dia masih menderita kejang otot. Dia juga dapat berbicara. Dia dapat berbicara dengan jelas dan kadang-kadang juga bisa makan sendiri, dia juga cukup mandiri dengan beberapa aktivitas lainnya.  “Kita harus menyampaikan terima kasih yang tulus kepada begitu banyak orang. Pertama kita harus berterima kasih kepada Profesor Panu khususnya, ahli bedah yang bertanggung jawab untuk mengoperasi Nong Yok dan seluruh tim dokter yang merawat pasien cedera otak; Profesor Somgit dan tim rehabilitasi; dan Profesor Wisarn yang merawat Nong Yok sejak pertama kali masuk rumah sakit. Selanjutnya, kami harus mengucapkan terima kasih kepada tim yang diketuai oleh Profesor Pannasak dan seluruh tim fisioterapi.  “Fakta bahwa tim di sini sangat terampil dalam pediatri membuat kami merasa jauh lebih percaya diri dan nyaman dalam memercayakan perawatan anak kami kepada mereka.”

  • SAMITIVEJ INTERNATIONAL CHILDREN'S HOSPITAL (SUKHUMVIT)
  • SAMITIVEJ INTERNATIONAL CHILDREN'S HOSPITAL (SRINAKARIN)
Image of Kisah sukses – penyakit thalasemia dengan pengobatan haploidentik

Kisah sukses – penyakit thalasemia dengan pengobatan haploidentik

Kenzie memulai pengobatan Talasemia di Indonesia segera setelah ia pertama kali didiagnosis. Sejak awal dia harus dipindahkan dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya karena kami berusaha mencari pengobatan yang dia butuhkan. Bahkan selama tiga bulan pertama perawatan, dia dipindahkan ke rumah sakit di seluruh negeri. Ini adalah tantangan bagi Kenzie dan seluruh keluarga kami. Itu juga berarti pengobatan yang dia terima tidak konsisten, dengan setiap rumah sakit melakukan pendekatan yang berbeda untuk mengatasi kondisinya. Saat Kenzie terus tumbuh, itu berarti dia harus masuk rumah sakit untuk pengobatan setiap tiga minggu.

  • SAMITIVEJ SRINAKARIN
Image of Dari rasa kaget mendadak mati rasa di kaki hingga diagnosis dan pengobatan cepat di Samitivej

Dari rasa kaget mendadak mati rasa di kaki hingga diagnosis dan pengobatan cepat di Samitivej

Saya merasakan sakit menyengat, lalu kaki saya mulai mati rasa. Saya merasa mati rasa total dari pinggang ke bawah. Itu perasan aneh yang mendadak saya rasakan. Rasanya amat sakit sebelum saya merasa mati rasa total. Saya bahkan tidak mampu buang air kecil. Karena itu kondisi darurat, ambulansnya membawa saya ke Samitivej dan saya segera diperiksa dan dinilai kondisinya oleh para dokter dan perawat. Pindai MRI, rontgen dan tes darah – pemeriksaan lengkap dilakukan untuk menemukan penyebab kondisinya.

  • SAMITIVEJ SRINAKARIN
Image of Evolusi baru dalam pengobatan Talasemia Hemoglobin E

Evolusi baru dalam pengobatan Talasemia Hemoglobin E

Oleh karenanya, ia harus mulai menerima transfusi darah untuk mendukung pertumbuhannya. Ia menerima transfusi darah pertamanya pada Maret 2013, dan setelahnya, transfusi setengah hingga dua kantong darah dilakukan setiap bulan. Semua anggota keluarga Tonkhao bertekad untuk menyembuhkan gadis cilik ini karena ia merupakan anak tunggal. Dalam proses pencarian, kami mengontak Thailand Red Cross Society untuk menemukan Donor Sel Induk yang cocok. Sayangnya, kami tidak menemukan donor dengan jaringan HLA yang 100% cocok untuk Tonkhao. Akan tetapi, pada awal tahun 2015, ternyata ada sebuah terobosan. Saat itu kami diberitahu tentang evolusi baru bahwa dalam pengobatan ini, sel induk milik orang tua bisa digunakan untuk mengobati anak mereka. Walaupun jaringan HLA saya maupun suami saya tidak 100% cocok dengan jaringan HLA Tonkhao, berita ini tetap terdengar positif dan memberikan harapan baru bagi kami sekeluarga. Kami diberi penjelasan terperinci tentang langkah-langkah yang diperlukan di dalam proses pengobatan oleh Dr. Suradej Hongeng dan menerima dukungan dari seluruh tim medis Samitivej Hospital. Oleh karenanya, keluarga kami memutuskan untuk segera menjalani pengobatan ini. Tonkhao memulai pengobatan pada Maret 2015, diawali dengan sepuluh siklus kemoterapi antara Maret hingga April. Tonkhao dirawat di Samitivej Srinakarin Hospital dari 25 Mei 2015 hingga 28 Juni 2015 untuk menjalani transplantasi sumsum tulang dari sel induk saya. Sejak Tonkhao mulai dirawat, kami melihat dedikasi dan kerja keras dari para tim dan profesional medis di rumah sakit tersebut yang dikerahkan untuk pengobatan putri saya. Setiap tahapan termasuk penjabaran terperinci tentang masing-masing langkah direncanakan secara saksama dan disampaikan kepada kami melalui diskusi secara berkala. Kami sangat menghargai pendekatan tim medis yang sangat profesional sehingga keluarga kami selalu bisa mendapatkan informasi. Kami juga terkesan dengan ruang-ruang pengobatan yang modern, nyaman, dan cukup luas bagi keluarga kami maupun Tonkhao untuk istirahat. Setelah menerima transplan sumsum tulang, Tonkhao pulang untuk memulihkan diri selama satu tahun hingga ia bisa mulai menjalani kehidupan normal kembali. Saat ini, Tonkhao bugar dan sehat. Ia tidak lagi mudah sakit dan laju perkembangan fisiknya kini normal untuk anak seusianya. Di samping itu, ia tidak lagi memerlukan transfusi darah. “Akhirnya, atas nama seluruh keluarga Tonkhao, saya ingin mengucapkan terima kasih atas evolusi pengobatan yang memungkinkan penggunaan sel induk orangtua untuk mengobati Tonkhao. Kami juga ingin berterima kasih secara khusus kepada Dr. Suradej Hongeng, Dr. Pornchanok Iamsirirak, dan semua anggota staf di Pusat Transplantasi Sumsum Tulang, Samitivej Srinakarin Hospital, karena telah memberikan kehidupan baru yang bebas dari penyakit bagi Tonkhao.” Ibunda Tonkhao

  • SAMITIVEJ INTERNATIONAL CHILDREN'S HOSPITAL (SRINAKARIN)
Image of Transplantasi Sel Induk Hematopoietik Haploidentik

Transplantasi Sel Induk Hematopoietik Haploidentik

  • SAMITIVEJ INTERNATIONAL CHILDREN'S HOSPITAL (SRINAKARIN)
Image of Kisah Sukses – Max dan perangnya dengan skoliosis (tulang belakang bengkok)

Kisah Sukses – Max dan perangnya dengan skoliosis (tulang belakang bengkok)

Dokter menyarankan…selalu waspada terhadap gejala skoliosis; segera berobat; dan jangan takut dengan operasi Orang tua harus selalu mengamati gejala anaknya, dan jeli terhadap kondisi bahu dan dada. Jika salah satu area ini tampak miring atau tidak rata, atau jika tubuhnya tampak bengkok dan timpang, orang tua harus memperhatikan dengan teliti. Jika si anak akhirnya didiagnosis mengidap skoliosis, orang tua harus segera mengobatinya. Takut akan bedah atau mengabaikan masalahnya bisa berakibat memburuknya kondisi anak Anda. Masalah pernapasan, jantung dan saluran pernapasan hanya beberapa hasil akibat kurangnya pengobatan. Pengobatan skoliosis anak-anak dan dewasa amat mirip. Namun, seperti ungkapan lama Thailand, “Dahan muda mudah dibengkokkan, sedangkan dahan tua tidak.” Akibatnya, hasil pengobatan untuk pasien dewasa tidak selalu 100% sukses. Ini karena skoliosis pada pasien dewasa harus didiagnosis berdasarkan apakah itu baru mulai menghasilkan abnormalitas tulang belakang, atau apakah itu telah menghasilkan abnormalitas tulang belakang sejak pasiennya kanak-kanak tapi didiamkan saja tanpa pengobatan. Oleh karena itu, baik Anda berusia dewasa atau anak-anak, Anda harus waspada dan secara teratur memeriksa kemungkinan berbagai abnormalitas seperti itu.

  • SAMITIVEJ SRINAKARIN