
Oleh karenanya, ia harus mulai menerima transfusi darah untuk mendukung pertumbuhannya. Ia menerima transfusi darah pertamanya pada Maret 2013, dan setelahnya, transfusi setengah hingga dua kantong darah dilakukan setiap bulan.
Semua anggota keluarga Tonkhao bertekad untuk menyembuhkan gadis cilik ini karena ia merupakan anak tunggal. Dalam proses pencarian, kami mengontak Thailand Red Cross Society untuk menemukan Donor Sel Induk yang cocok. Sayangnya, kami tidak menemukan donor dengan jaringan HLA yang 100% cocok untuk Tonkhao.
Akan tetapi, pada awal tahun 2015, ternyata ada sebuah terobosan. Saat itu kami diberitahu tentang evolusi baru bahwa dalam pengobatan ini, sel induk milik orang tua bisa digunakan untuk mengobati anak mereka. Walaupun jaringan HLA saya maupun suami saya tidak 100% cocok dengan jaringan HLA Tonkhao, berita ini tetap terdengar positif dan memberikan harapan baru bagi kami sekeluarga. Kami diberi penjelasan terperinci tentang langkah-langkah yang diperlukan di dalam proses pengobatan oleh Dr. Suradej Hongeng dan menerima dukungan dari seluruh tim medis Samitivej Hospital. Oleh karenanya, keluarga kami memutuskan untuk segera menjalani pengobatan ini.
Tonkhao memulai pengobatan pada Maret 2015, diawali dengan sepuluh siklus kemoterapi antara Maret hingga April. Tonkhao dirawat di Samitivej Srinakarin Hospital dari 25 Mei 2015 hingga 28 Juni 2015 untuk menjalani transplantasi sumsum tulang dari sel induk saya.
Sejak Tonkhao mulai dirawat, kami melihat dedikasi dan kerja keras dari para tim dan profesional medis di rumah sakit tersebut yang dikerahkan untuk pengobatan putri saya. Setiap tahapan termasuk penjabaran terperinci tentang masing-masing langkah direncanakan secara saksama dan disampaikan kepada kami melalui diskusi secara berkala. Kami sangat menghargai pendekatan tim medis yang sangat profesional sehingga keluarga kami selalu bisa mendapatkan informasi. Kami juga terkesan dengan ruang-ruang pengobatan yang modern, nyaman, dan cukup luas bagi keluarga kami maupun Tonkhao untuk istirahat. Setelah menerima transplan sumsum tulang, Tonkhao pulang untuk memulihkan diri selama satu tahun hingga ia bisa mulai menjalani kehidupan normal kembali.
Saat ini, Tonkhao bugar dan sehat. Ia tidak lagi mudah sakit dan laju perkembangan fisiknya kini normal untuk anak seusianya. Di samping itu, ia tidak lagi memerlukan transfusi darah.
“Akhirnya, atas nama seluruh keluarga Tonkhao, saya ingin mengucapkan terima kasih atas evolusi pengobatan yang memungkinkan penggunaan sel induk orangtua untuk mengobati Tonkhao. Kami juga ingin berterima kasih secara khusus kepada Dr. Suradej Hongeng, Dr. Pornchanok Iamsirirak, dan semua anggota staf di Pusat Transplantasi Sumsum Tulang, Samitivej Srinakarin Hospital, karena telah memberikan kehidupan baru yang bebas dari penyakit bagi Tonkhao.” Ibunda Tonkhao