Kelenjar anal yang berjumlah sekitar 6-14 tersebar di sepanjang kanal anal. Ketika kelenjar ini tersumbat atau terinfeksi karena alasan apa pun, seperti sering buang air besar, sembelit, atau sering diare, atau karena penyumbatan akibat kotoran atau benda asing, hal ini dapat menyebabkan abses perianal.
Jika pengobatan abses perianal tidak segera dilakukan, abses dapat pecah dan keluar melalui kulit di daerah anus (titik D dalam gambar) dan dapat mengakibatkan fistula ani kronis (titik 1, 2, 3, 4 dalam gambar). Namun, sekalipun pengobatan dilakukan, masih ada 10-50% kemungkinan terbentuknya fistula ani, tergantung pada kondisi fisik individu. Karena anatomi anal yang kompleks, gejala abses perianal dan fistula ani dapat bervariasi untuk setiap pasien. Oleh karena itu, sebaiknya pasien tidak menunda diagnosis dan pengobatan dari spesialis bedah kolorektal untuk hasil pengobatan terbaik.