- Tulang belakang yang melengkung dikemudian hari.
Penyebab pada kasus ini umumnya tidak diketahui, namun bisa dihubungkan dengan hormon yang mengontrol sistem saraf, yang bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan, dimana menyebabkan melengkungnya tulang belakang. Tipe skoliosis ini terjadi pada sekitar 80% dari kasus. Hal ini dikategorikan menjadi 3 kelompok umur:
- Dari lahir – 1 tahun: Hal ini terjadi ketika anak-anak mulai berdiri dan berjalan, dan 90% dari anak-anak tersebut akan mengatasinya sendiri saat mereka tumbuh.
- Dari umur 3 – 10 tahun: Terdapat peningkatan pasien pada kelompok umur tersebut. Apabila kurva terluka parah dan tidak dirawat, anak-anak akan mengembangkan masalah jangka panjang.
- Dari umur 10 – 18 tahun: Scoliosis terjadi umumnya pada masa remaja. Skoliosis ringan pada umumnya tidak membutuhkan pengobatan. Pemeriksaan yang teratur oleh dokter sangat dianjutkan karena kurva tersebut mampu mejadi jelas dan abnormal, sehingga menyebabkan perkembangan fisik terganggu. Dokter akan mengukur kurva dalam derajat. Dibawah umur 15 tahun, jika kurva berada diantara 30-40 derajat, dokter akan menganjurkan pasien untuk menggunakan penyangga skoliosis agar memperbaiki kurva tulang belakang. Namun, apabila skoliosis menjadi semakin buruk, operasi akan dilakukan dengan implan logam untuk menjaga tulag belakang menjadi sejajar.
- Skoliosis yang hadir pada saat kelahiran dengan penyebab yang tidak diketahui.
Hal ini mungkin disebabkan oleh obat yang dikonsumsi oleh ibu selama masa kehamilan. Ini merupakan hasil dari kelainan tulang seperti ketidakseimbangan dalam pertumbuhan tulang belakang. Kurva Skoliosis tersebut dapat memperburuk dengan cepat dimana memerlukan perhatian medis, karena jika keadaan semakin memburuk, dapat menyebabkan kelumpuhan.
- Skoliosis yang berkembang saat anak-anak tumbuh karena beberapa kelaian pada sistem saraf atau otot seperti gangguan otak, cerebral palsy, polio, gangguan otot, dll.
- Skoliosis biasanya terjadi pada 30% orang dengan neurofibromatosis, yang sering muncul sebagai benjolan atau bintik-bintik coklat pada tubuh.
Orang tua dapat memeriksa tulang belakang anak untuk melihat apakah mereka memiliki tanda-tanda skoliosis. Pemeriksaan tersebut membutuhkan anak berdiri tegak untuk melihat apakah terdapat kelengkungan pada tulang belakang. Selanjutnya, minta anak untuk membungkungkan badannya ke depan dengan tangan menyentuh lantai dan periksa apakah terdapat kelengkungan pada tulang belakang. Jika tulang belakang tampak lurus, maka hal tersebut adalah normal. Namun, orang tua dianjurkan mencari perhatian medis untuk diagnosis dan menindaklanjuti apakah gejala akan memburuk dari waktu ke waktu yang berupa hal-hal sebagi berikut:
- Terdapat kelengkungan pada tulang belakang
- Tingkat bahu yang tidak merata, dengan satu pisau bahu lebih menonjol dari yang lain.
- Posisi kepala tidak berada ditengah-tengah panggul
- Pinggul satu lebih tinggi dari yang lain
- Tulang iga yang tidak rata
- Garis pinggang yang tidak rata
- Kondisi kulit yang berbeda dari bagian tubuh yang lainnya, seperti lesung, bagian berbulu, kelainan warna
- Seluruh tubuh condong ke satu sisi
Scoliosis pada masa remaja yang tidak terobati akan menjadi semakin buruk dan menyebabkan masalah kesehatan yang signifikan seperti tubuh yang miring, bahu menurun, garis pinggang yang miring, cacat fisik, nyeri punggung, masalah pernapasan, pneumonia, infeksi paru-paru, dan menyebabkan jantung bekerja terlalu keras sehingga mengakibatkan gagal jantung.