Pertemuan Asosiasi Alzheimer Internasional di Los Angeles pada tahun 2019 menyimpulkan bahwa menjalani gaya hidup sehat dapat sangat bermanfaat bagi kesehatan otak, sehingga mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan gangguan otak degeneratif lainnya. Dalam konteks ini, pola hidup sehat dapat diperoleh dengan mengikuti anjuran berikut ini:
- Menjalani pola makan yang sehat, penuh dengan asupan yang bermanfaat bagi otak dan tubuh
- Tidak merokok atau minum alkohol
- Berolahraga secara teratur
- Ikut serta dalam aktivitas yang merangsang fungsi otak
Dua penelitian yang dibagikan pada pertemuan yang sama menunjukkan bahwa memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan atau mengubah gaya hidup berbasis kesehatan dapat mengurangi risiko seseorang terkena penyakit Alzheimer.
Salah satu penelitian menyimpulkan bahwa orang yang secara genetik rentan terhadap penyakit Alzheimer masuk ke dalam kategori risiko tinggi. Akan tetapi, jika kesehatan dijaga dengan saksama, risiko timbulnya penyakit Alzheimer di kemudian hari dapat berkurang hingga 32% jika dibandingkan dengan mereka yang mengabaikan kesehatannya.
Penelitian kedua menemukan hubungan antara menetap di daerah dengan tingkat polusi udara tinggi dan peningkatan risiko penyakit Alzheimer. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa wanita lanjut usia yang cenderung melatih otaknya secara teratur, yaitu menggunakan otaknya secara maksimal (artinya mereka mendapat nilai tinggi dalam tes yang berkaitan dengan fungsi otak, belajar, tanggung jawab kerja, dan aktivitas terapi fisik) memiliki hanya 21% berisiko untuk terkena Alzheimer di usia tua. Hal ini sangat berbeda dengan mereka yang tidak menggunakan otak dan kemampuan berpikirnya secara rutin, yang memiliki peningkatan risiko 113% terkena penyakit ini.