Biasanya, tiroid diatasi dengan operasi terbuka dengan insisi horizontal yang dilakukan di leher. Dalam beberapa kasus, semua kelenjar tiroid dan nodus limfa diangkat dengan cara ini. Operasi ini akan meninggalkan bekas luka horizontal yang terlihat di leher pasien. Dalam 10 tahun terakhir, teknik dengan invasif minimal telah dikembangkan. Operasi ini dilakukan dengan sayatan kecil yang dapat dilakukan di ketiak atau puting susu agar tidak meninggalkan bekas luka yang terlihat di leher. Teknik yang sering dilakukan adalah dengan sayatan kecil di ketiak; meskipun begitu, ada batasannya. Jarak antara ketiak dan kelenjar tiroid jauh sehingga mempersulit operasi, dan jika kedua bagian kelenjar tiroid perlu diambil, insisi harus dilakukan di kedua ketiak. Teknik bedah ini bukanlah pilihan yang menarik bagi semua orang karena beberapa wanita tidak menginginkan adanya insisi di ketiak mereka, karena bekasnya akan terlihat ketika mereka mengenakan pakaian tanpa lengan.
Dalam beberapa tahun terakhir, teknik bedah telah dikembangkan lebih lanjut dengan menjalankan operasi melalui insisi yang dilakukan di dalam mulut, di bawah bibir bagian bawah, sehingga tidak meninggalkan bekas luka pascaoperasi di kulit. Teknik ini memerlukan keahlian dari ahli bedah dengan kemampuan tingkat tinggi. Kini, tim bedah di Rumah Sakit Umum Kepolisian Bangkok telah berhasil menjadi yang pertama menjalankan Transoral Endoscopic Thyroidectomy (TOETVA) di Thailand. Teknik ini telah disempurnakan dengan komplikasi yang sangat minim. Hasil dari TOETVA hampir sama dengan hasil dari prosedur standar. Teknik bedah ini telah diakui secara luas dan dijalankan di seluruh dunia.